unsur periode ketiga
MAKALAH KIMIA
“UNSUR PERIODE KETIGA”
Disusun oleh:
1. Ima Lestari ( 5512 )
2. Listia Apriani ( 5534 )
3. Ria Risti Anisa ( 5577 )
MADRASAH ALIYAH NEGERI GODEAN
TAHUN AJARAN 2012
XII IPA 2
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah kimia ini dengan judul
“Unsur Periode Ketiga”. Makalah ini, disusun guna memenuhi tugas Kimia.
Dengan
penyusunan makalah ini diharapkan agar siswa - siswi dapat lebih meningkatkan
pengetahuan tentang unsur – unsur kimia khususnya unsur periode ketiga, dan
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perolehan hasil belajar.
Penyusun
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun
mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas makalah ini.
Yogyakarta, Oktober 2012
Penyusun
I.
PEMBAHASAN
A.
Macam – Macam
Unsur Periode Ketiga
Unsur
periode ketiga dalam sistem periode unsur terdiri dari delapan unsur yaitu
natrium(Na), magnesium(Mg), aluminium(Al), silikon(Si), fosfor(P), sulfur(S),
klorin(Cl) dan argon(Ar). Unsur tersebut terletak dalam golongan yang berlainan,
berikut tabel mengenai letak unsur periode 3;
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
Ar
|
Logam
|
Metaloid
|
Nonlogam
|
Gas
mulia
|
||||
IA,IIA,IIIA
|
IVA
|
VA,VIA,VIIA
|
VIIIA
|
||||
Cl
S Si Al Mg Na
Ar P
Gambar unsur periode 3.
a.
Natrium (Na)
Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik
yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang
lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak
terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya
berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air,
sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir
tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni.
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.
b.
Magnesium (Mg)
Magnesium adalah unsur kimia dalam
tabel periodik yang terletak pada golongan IIA, memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta
berat atom 24,31. Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2%
berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak pada air
laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy)
untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut
"magnalium" atau "magnelium".
c.
Aluminium (Al)
Aluminum ialah unsur kimia dalam tabel
periodik unsur yang terletak pada
golongan IIIA, dengan simbol Al dan nomor atom 13. Aluminium adalah logam yang paling berlimpah, merupakan konduktor listrik yang baik,
terang dan kuat serta tahan terhadap korosi. Aluminium dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik
menjadi kawat dan diekstrusi menjadi
batangan dengan bermacam-macam penampang. Aluminium banyak digunakan dalam
kabel bertegangan tinggi, bingkai jendela dan badan pesawat terbang, ditemukan di
rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol susu. Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu
mobil.
d.
Silikon (Si)
Silikon adalah
suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Si dan nomor atom 14. Merupakan unsur terbanyak kedua di bumi.
Senyawa yang dibentuk bersifat paramagnetik. Unsur kimia
ini dtemukan oleh Jöns Jakob Berzelius. Silikon hampir 25.7% mengikut berat. Biasanya
dalam bentuk silikon dioksida (silika) dan silikat. Silikon
sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan
untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone.
e.
Fosfor (P)
Fosfor ialah
zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi walaupun sumber
pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang
dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada
ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada
berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark).
f.
Sulfur (S)
Belerang atau
sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya
adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah
zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur
murni atau sebagai mineral- mineral sulfide
dan sulfate. Sulfur adalah unsur penting untuk kehidupan
dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan
komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
g.
Klorin(Cl)
Klor (bahasa Yunani: Chloros,
"hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan simbol Cl
dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini
termasuk kelompok halogen (VIIA). Dalam
bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam
jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua
bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk
gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering
digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau desinfektan.
h.
Argon(Ar)
Argon adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol
Ar dan nomor atom 18. Gas mulia ke-3, di periode 8, argon membentuk 1% dari atmosfer
bumi.
Nama
"argon" berasal dari kata Yunani αργον berarti "malas" atau
"yang tidak aktif", sebuah referensi untuk fakta bahwa elemen hampir
tidak mengalami reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) di kulit atom
terluar membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur-unsur
lainnya. Titik triple suhu 83,8058 K adalah titik tetap yang menentukan dalam
Skala Suhu Internasional 1990.
B.
Sifat Fisik dan
Kimia Unsur Periode Ketiga
1.
Sifat Fisik Unsur Periode Ketiga
Data sifat periodic unsur-unsur periode ketiga
Sifat Senyawa
|
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
Ar
|
Nomor atom
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
Elektron valensi
|
35
|
352
|
3523p1
|
352p32
|
3523p3
|
3523p4
|
3523p5
|
3523p6
|
Jari-jari atom
|
1,86
|
1,60
|
1,43
|
1,17
|
1,10
|
1,04
|
0,99
|
0,97
|
Energi ionisasi(Kj/ma)
|
495,8
|
737,7
|
577,6
|
786,4
|
1011,7
|
999,6
|
1251,1
|
1520,4
|
Keelektronegatifan
|
0,93
|
1,31
|
1,61
|
1,90
|
2,19
|
2,58
|
3,16
|
-
|
Titik leleh (0C)
|
97,81
|
648,8
|
660,37
|
1,410
|
44,1
|
119,0
|
-100,98
|
-189,2
|
Titik didih
|
903,8
|
1,105
|
2467
|
2,355
|
280
|
44,67
|
-34,6
|
-185,7
|
Berdasarkan tabel tersebut, kita dapat
mengetahui bahwa dari kiri ke kanan, jumlah elektron valensi semakin banyak,
sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari atom semakin kecil
sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya semakin besar). Harga
keelektronegatifan unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar dan
sebaliknya, harga keelektropositifan semakin kecil. Unsur Na, Mg, Al, Si, P, S
berwujud padat pada suhu kamar karena unsur-unsur tersebut memiliki harga (t.l)
dan (t.d) di atas suhu ruangan (di atas 250C). Sedangkan
unsur Cl dan Ar berwujud gas karena memiliki (t.l) dan (t.d) di
bawah suhu ruangan. Dalam periode ketiga, letak logam disebelah kiri, makin ke
kiri sifat logam semakin reaktif, Na >Mg> Al. Jadi Na paling reaktif.
2.
Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga
Unsur – unsur periode ketiga memiliki
keteraturan sifat secara berurutan dari kiri kekanan sebagai berikut :
a.
Sifat Pereduksi dan Sifat Pengoksidasi
Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan
sifat pengoksidasi unsur - unsur periode ke tiga ini dapat anda lihat dari
harga potensial reduksinya.
Table potensial reduksi standart unsur-unsur
periode ketiga.
Sifat Senyawa
|
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
Ar
|
-2,711
|
-2,375
|
-1,706
|
-0,13
|
-0,276
|
-0,508
|
+1,358
|
-
|
Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga
memiliki harga potensial reduksi 5 standart yang semakin positif sehingga sifat
pereduksinya semakin berkurang dan sifat pengoksidasinya semakin bertambah.
Natrium merupakan pereduksi yang reaktif
terhadap air. Sifat pereduksi magnesium lebih lemah dibandingkan natrium.
Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan air panas.
Contoh :
2Na (5) + 2H O (l)
2Na OH (ag) + H2 (g)
Mg (5) + H2O (l)
(tidak bereaksi)
Mg (5) + 2H2O (l)
panas →Mg (OH)2 + H2 (g)
Al (5) + H2O (l)
(tidak bereaksi)
2Al (5) + 3H2O (g)
panas →Al2 O3 (5) + 3H2 (g)
Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi
lebih lemah dibandingkan aluminium sehingga
silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin.
Contoh :
Si (5) + O2 (g) →Si O2
(5)
Si (5) + 2Cl2 (g) →Si Cl4
(l)
b.
Sifat Logam dan Nonlogam
Unsur-unsur periode ketiga, seperti Na, Mg, dan
Al merupakan unsur logam, sedangkan unsur-unsur P, S, dan Cl merupakan unsur
nonlogam. Adapun Si merupakan unsur yang memiliki sifat peralihan antara unsur
logam dan nonlogam sehingga disebut unsur metalloid (semi logam). Argon (Ar)
termasuk golongan gas mulia yang bersifat insert (sulit bereaksi) sehingga
tidak dibahas lebih lanjut dalam bab ini.
c.
Sifat Asam-Basa
Sifat asam berkaitan dengan sifat non
logam,sedangkan sifat basa berkaitan dengan logam. Sifat basa atau sifat asam
dari suatu unsur bergantung pada konfigurasi electron dan harga ionisasi unsur -
unsur tersebut.
·
Sifat Basa
Dari kiri ke kanan, unsur - unsur periode
ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin besar sehingga semakin sukar
melepas electron. Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan kurang tertarik
kea rah atau oksigen sehingga kecenderungan untuk membentuk ion OH menjadi
berkurang.
Contoh :
Jadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur
periode ketiga semakin lemah.
·
Sifat Asam
Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri
ke kanan semakin besar sehingga semakin mudah menarik electron dari atom
oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga semakin kuat.
Contoh :
Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam
siukat (H2SiO3) asam fosfat (H3DO4)
asam sinfat (H2SO4) dan asam paklorat (HCO4).
Senyawa H2SiO3 merupakan asam sangat lemah sehingga mudah
terurai menjadi senyawa SiO2 dan H2O.
C.
Pengujian
Unsur – Unsur Periode Ketiga
·
Reaksi dengan
Air
1.
Natrium
Natrium mengalami reaksi yang sangat eksoterm dengan air dingin
menghasilkan hidrogen dan larutan NaOH yang tak berwarna.
2.
Magnesium
Magnesium mengalami reaksi yang sangat lambat dengan air dingin,
tetapi terbakar dalam uap air. Lempeng magnesium yang sangat bersih dimasukkan
ke dalam air dingin akhirnya akan tertutup oleh gelembung gas hidrogen yang
akan mengapungkan lempeng magnesium ke permukaan. Magnesium hidroksida akan
terbentuk sebagai lapisan pada lempengan magnesium dan ini cenderung akan
menghentikan reaksi.

Magnesium terbakar dalam uap air dengan nyala putih yang khas membentuk magnesium oksida dan hidrogen.

Magnesium terbakar dalam uap air dengan nyala putih yang khas membentuk magnesium oksida dan hidrogen.
3.
Aluminium
Serbuk alumunium dipanaskan dalam uap air menghasilkan hidrogen dan
alumunium oksida. Reaksinya berlangsung relatif lambat karena adanya lapisan
alumunium oksida pada logamnya, membentuk oksida yang lebih banyak selama
reaksi.

4.
Silicon
Terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa buku atau web mengenai
bagaimana reaksi silikon dengan air atau uap air. Sebenarnya hal ini tergantung
pada silikon yang digunakan. Umumnya silikon abu-abu yang berkilat dengan
keadaan agak seperti logam hampir tidak reaktif.
Banyak sumber menyatakan bahwa bentuk silikon ini bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi menghasilkan silikon dioksida dan hidrogen.

Tapi juga mungkin untuk membuatnya menjadi bentuk silikon yang lebih reaktif yang akan bereaksi dengan air dingin menghasilkan produk yang sama.
Banyak sumber menyatakan bahwa bentuk silikon ini bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi menghasilkan silikon dioksida dan hidrogen.
Tapi juga mungkin untuk membuatnya menjadi bentuk silikon yang lebih reaktif yang akan bereaksi dengan air dingin menghasilkan produk yang sama.
5.
Fosfor dan
sulfur
Fosfor
dan sulfur tidak bereaksi dengan air.
6.
Klor
Klor dapat larut dalam air untuk beberapa tingkat membentuk larutan
berwarna bijau. Terjadi reaksi reversibel (dapat balik) menghasilkan asam
klorida dan
asam hipoklorit.

·
Reaksi dengan
Oksigen
1. Aluminium
Alumunium akan terbakar dalam oksigen jika bentuknya serbuk, sebaliknya lapisan oksidanya yang kuat pada alumunium cenderung menghambat reaksi.
Jika kita taburkan serbuk alumunium ke dalam nyala bunsen, maka akan kita dapatkan percikan. Alumunium oksida yang berwana putih akan terbentuk.

Alumunium akan terbakar dalam oksigen jika bentuknya serbuk, sebaliknya lapisan oksidanya yang kuat pada alumunium cenderung menghambat reaksi.
Jika kita taburkan serbuk alumunium ke dalam nyala bunsen, maka akan kita dapatkan percikan. Alumunium oksida yang berwana putih akan terbentuk.
2. Silikon
Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan cukup kuat. Dihasilkan silikon dioksida.

Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan cukup kuat. Dihasilkan silikon dioksida.
3. Fosfor
Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala putih dan menghasilkan asap putih campuran fosfor (III) oksida dan fosfor (V) oksida.
Proporsinya bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Dengan oksigen berlebih, produk yang dihasilkan hampir semuanya berupa fosfor (V) oksida.
Untuk fosfor (III) oksida:

Untuk fosfor (V) oksida:

Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala putih dan menghasilkan asap putih campuran fosfor (III) oksida dan fosfor (V) oksida.
Proporsinya bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Dengan oksigen berlebih, produk yang dihasilkan hampir semuanya berupa fosfor (V) oksida.
Untuk fosfor (III) oksida:
Untuk fosfor (V) oksida:
4. Sulfur
Sulfur terbakar di udara atau oksigen dengan pemanasan perlahan dengan nyala biru pucat. Ini menghasilkan gas sulfur dioksida yang tak berwarna.
Sulfur terbakar di udara atau oksigen dengan pemanasan perlahan dengan nyala biru pucat. Ini menghasilkan gas sulfur dioksida yang tak berwarna.
5. Klor dan Argon
Walaupun memiliki beberapa oksida, klor tidak langsung bereaksi dengan oksigen. Argon juga tidak bereaksi dengan oksigen.
Walaupun memiliki beberapa oksida, klor tidak langsung bereaksi dengan oksigen. Argon juga tidak bereaksi dengan oksigen.
·
Reaksi dengan
Klor
1.
Natrium
Natrium terbakar dalam klor dengan nyala jingga menyala. Padatan NaCl akan terbentuk.

Natrium terbakar dalam klor dengan nyala jingga menyala. Padatan NaCl akan terbentuk.
2.
Magnesium
Magnesium terbakar dengan nyala putih yang kuat menghasilkan magnesium klorida.

Magnesium terbakar dengan nyala putih yang kuat menghasilkan magnesium klorida.
3.
Aluminium
Alumunium seringkali bereaksi dengan klor dengan melewatkan klor kering di atas alumunium foil yang dipanaskan sepanjang tabung. Alumunium terbakar dalam aliran klor menghasilkan alumunium klorida yang kuning sangat pucat. Alumunium klorida ini dapat menyublim (berubah dari padatan ke gas dan kembali lagi) dan terkumpul di bagian bawah tabung saat didinginkan.
Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.

Alumunium seringkali bereaksi dengan klor dengan melewatkan klor kering di atas alumunium foil yang dipanaskan sepanjang tabung. Alumunium terbakar dalam aliran klor menghasilkan alumunium klorida yang kuning sangat pucat. Alumunium klorida ini dapat menyublim (berubah dari padatan ke gas dan kembali lagi) dan terkumpul di bagian bawah tabung saat didinginkan.
Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.
4.
Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.
5.
Fosfor
Fosfor putih terbakar di dalam klor menghasilkan campuran dua klorida. Fosfor (III) klorida dan fosfor (V) klorida (fosfor triklorida dan fosfor pentaklorida).
Fosfor (III) klorida adalah cairan tak berwarna yang berasap.

Fosfor (V) klorida adalah padatan putih (hampir kuning).

Fosfor putih terbakar di dalam klor menghasilkan campuran dua klorida. Fosfor (III) klorida dan fosfor (V) klorida (fosfor triklorida dan fosfor pentaklorida).
Fosfor (III) klorida adalah cairan tak berwarna yang berasap.
Fosfor (V) klorida adalah padatan putih (hampir kuning).
6.
Sulfur
Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi menghasilkan cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida, S2Cl2.

Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi menghasilkan cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida, S2Cl2.
7.
Klor dan Argon
Tidak bermanfaat bila kita membicarakan klor bereaksi dengan klor lagi dan argon tidak bereaksi dengan klor.
Tidak bermanfaat bila kita membicarakan klor bereaksi dengan klor lagi dan argon tidak bereaksi dengan klor.
D.
Pembuatan dan
Kegunaan Unsur Periode Ketiga
Tabel pembuataan dan kegunaan unsur periode ketiga.
UNSUR
|
PEMBUATAN
|
KEGUNAAN
|
TERDAPAT
PADA
|
RUMUS
SENYAWA
|
Na
|
Elektrolisis leburan NaCl (Proses
Down)
|
· Pembuatan TEL
· Mereduksi bijih loga (Ti)
· Lampu Kabut
|
Garam
|
NaCl
|
Sendawa Chili
|
NaNO3
|
|||
Kriolit
|
Na3AlF6
|
|||
Bijih silikat
|
Na2SiO3
|
|||
Mg
|
Elektrolisis lelehan MgCl2
|
· Magnalium untuk bahan kerangka pesawat terbang
|
Air laut
|
MgCl2
|
Magnetit
|
MgCO3
|
|||
Kiserit
|
MgSO4.3H2O
|
|||
Dolomit
|
MgCO3.CaCO3
|
|||
Karnalit
|
KCl.MgCl2.6H2O
|
|||
Asbes
|
CaMg(SiO3)4
|
|||
Mika
|
K-Mg-Al Silikat
|
|||
Si
|
Reduksi pasir SiO2
dengan C dalam tanur listrik
|
· Bahan semikonduktor untuk kalkulator, mikrokomputer,
polimer silikon untuk mengubah jaringan pada tubuh
|
Pasir/kuarsa
|
SiO2
|
Tanah liat
|
Al2O3.2SiO2.2H2O
|
|||
Asbes
|
Mg-Ca-Silikat
|
|||
Mika
|
K-Mg-Silikat
|
|||
P
|
Proses Wohler (memanaskan campuran
fosforit, pasir dan C pada suhu 1300oC dalam tanur listrik)
|
· Fosfor putih (beracun) untuk bahan baku pembuatan H3PO4
· Fosfor merah (tidak beracun) untuk bidang gesek korek api
|
Batu karang fosfat (apatit dan
fosforit)
|
Ca3(PO4)2
|
Al
|
Marten Hall
Penambahan kriolit dalam proses
Hall berfungsi:
ü Melarutkan
Al2O3
ü Menurunkan
titik leleh Al2O3
|
· Alat masak, karena tahan panas dan tahan karat karena
membentuk lapisan oksida
· Paduan Al untuk pesawat terbang
· Al(OH)3 untuk obat maag
|
Alumino silikat
|
Campuran Al-O-Si
|
Korundum
|
Al2O3
|
|||
Kriolit
|
Na3AlF6
|
|||
Bauksit
|
Al2O3.xH2O
|
|||
S
|
Pembuatan dengan 2 cara:
1)
Metode Frasch (yang ada di
dalam tanah)
2)
Metode Sisilia (yang ada di
permukaan tanah)
Pembuatan H2SO4
ada 2 cara:
1)
Proses Kontak dengan bahan
baku SO2, katalisnya V2O5
2)
Proses Bilik Timbal dengan
bahan baku SO2, katalisnya uap nitroso (campuran NO dan NO2)
|
· Pembuatan korek api
· Proses vulkanisasi karet
· Pembuatan CS2 (bahan baku serat rayon)
· (NH4)SO4 atau pupuk ZA
· H2SO4 untuk elektrolit pada aki (accumulator)
· CuSO4.5H2O (terusi) untuk anti jamur
pada tanaman dan kayu
|
Pirit
|
FeS2
|
KESIMPULAN
Unsur periode
ketiga merupakan unsur yang periode yang pendek, yaitu delapan unsur yang
meliputi Na, Mg, Al, Si, P, S, Cl, Ar. Unsur Na, Mg, Al tergolong logam, Si
tergolong metaloid, P, S, Cl tergolong
nonlogam, dan Ar tergolong gas mulia.
Secara umum unsur
periode ketiga mempunyai sifat:
·
Dari kiri ke kanan, jumlah elektron valensi
semakin banyak, sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari atom
semakin kecil sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya semakin
besar).
·
Harga keelektronegatifan unsur periode ketiga
dari kiri ke kanan semakin besar dan sebaliknya, harga keelektropositifan
semakin kecil.
·
Unsur Na, Mg, Al, Si, P, S berwujud padat pada
suhu kamar karena unsur-unsur tersebut memiliki harga (t.l) dan (t.d)
di atas suhu ruangan (di atas 250C). Sedangkan unsur Cl dan Ar
berwujud gas karena memiliki (t.l) dan (t.d) di bawah suhu
ruangan.
·
Dalam periode ketiga, letak logam disebelah
kiri, makin ke kiri sifat logam semakin reaktif, Na >Mg> Al. Jadi Na paling
reaktif.
·
Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan
sifat pengoksidasi unsur - unsur periode ke tiga dapat anda lihat dari harga
potensial reduksinya.
·
Sifat asam dan basa dipengaruh oleh golongan
unsur – unsurnya. Sifat asam dipengaruhi oleh non logam ( P, S, Cl ), yaitu energi ionisasi unsur periode ketiga
dari kiri ke kanan semakin besar sehingga semakin mudah menarik electron dari
atom oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga semakin
kuat. Sifat basa dipengaruhi oleh unsur logam ( Na,
Mg, Al ), yaitu dari
kiri ke kanan, unsur - unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang
semakin besar sehingga semakin sukar melepas electron. Penyebabnya electron dari
unsur tersebut akan kurang tertarik kearah atau oksigen sehingga kecenderungan
untuk membentuk ion OH menjadi berkurang.
DAFTAR PUSTAKA
http://chemistry35.blogspot.com/2011/10/unsur-unsur-periode-ketiga-periode-3.html
http://chalysteeq.blogspot.com/2010/01/kelimpahan-unsur-periode-3-di-alam.html
http://nettihariani.blogspot.com/2008/07/unsur-unsur-periode-ketiga-unsur-unsur.html
izin copas yah?
ReplyDeleteterimakasih :D sangat membantu
ReplyDelete